Senin, 10 Oktober 2011

BIMBINGAN KELUARGA

DEFINISI PERKAWINAN
Olson dan Defrain (2003):
Perkawinan adalah komitmen emosional dan legal antara dua orang untuk berbagi kedekatan emosional, fisik, beragam tugas dan sumber ekonomi.
U.U. No. I/1974/RI:
Perkawinan adalah ikatan lahir batin yang sah antara pria dan wanita dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa

DEFINISI KELUARGA
1. Keluarga adalah dua orang atau lebih yang mempunyai hubungan karena kelahiran, perkawinan atau 
    adaptasi dan tinggal bersama (U.S. Bureau of Census)

2. Keluarga adalah sekelompok orang yang saling mencintai dan memperhatikan (Kata Bijak)

3.Keluarga adalah dua orang atau lebih yang berbagi sumber daya, tanggung jawab, hak, berbagi nilai dan
   tujuan, serta memiliki komitmen satu sama lain (American Association and Consumer)
4 Keluarga dimana para anggotanya saling mendukung secara emosi, fisik, dan ekonomi.

5. Idealnya, keluarga memiliki ciri-ciri intimacy, intensitas, keberlanjutan, dan komitmen antar anggotanya     
    (Family Service)

6. Dasar paling penting:
   Bahwa keluarga memiliki hubungan interpersonal (Intimate relationship)

HUBUNGAN INTERPERSONAL (Intimate Relationship)
Dibutuhkan :
1. Keterbukaan (Self-disclosure)
2. Rasa memiliki (Sense of belonging)
3. Kelekatan (Attachment)
4. Reward, komitmen
5. Berbagi keintiman (Sharing intimacy)
Komponen ini membangun ikatan sosial yang pertama dibentuk individu yang kelak akan menjadi kerangka acuan (Blue print) yang akan melibatkan: kontak fisik, stabilitas hubungan, konsistensi hubungan dan kualitas kasih sayang.

KERANGKA KONSEPTUAL
Sangat diperlukan untuk memahami bagaimana kehidupan berpasangan dan keluarga (General System Theory)

A. 1. Family System Theory
        Memfokuskan keluarga sebagai suatu sistem yang terus berkembang, menyeluruh,saling terikat dan  
        terkait  dalam keluarga. Sistem keluarga berpengaruh besar terhadap perilaku anak

   2. The Wholeness
       Keseluruhan keluarga lebih bermakna daripada penjumlahan anggota

  3. Interdependence of Parts
      Bagian atau elemen dari system saling hubungan sedemikian rupa sehingg bila satu bagian berubah maka
      bagian terbesar juga terpengaruh

 4. Fleksibilitas
     Adalah kemampuan system untuk menyeimbangkan stabilitas dan perubahan open system adalah suatu 
     system yang terbuka untuk tumbuh dan berubah tapi bukan dengan cara yang kacau

5. Feedback Communication
Bahwa komunikasi dalam system itu penting. Untuk mengarahkan perubahan
secara teratur, meminimalkan konflik.

B. The Family Strength Framework
Ketika kekuatan keluarga sudah teridentifikasi, maka akan menjadi fondasi pertumbuhan dan perubahan
Secara therapeutic, kekuatan keluarga sangat membantu dalam menyelesaikan masalah keluarga
Kualitas utama yang dimiliki keluarga kuat:
1. Komitmen
    Kesepakatan kesetiaan yang kuat antar anggota keluarga membentuk energi yang
    menakjubkan, masing-masing berkomitmen untuk mengutamakan keluarga
2. Penghargaan dan Afeksi
    Dari komitmen berkembang jadi saling memperhatikan, menghargai, merasakan dan
    mengetahui bagaimana mengekspresikan
3.Komunikasi positif
   Meski tiap anggota keluarga memiliki perbedaaan dan konflik, namun mampu
   berkomunikasi secara terbuka dan jujur
4.Kegiatan bersama
   Bersifat rekreasi untuk saling berbagi, memberi, berproses membangun raport
   yang baik
5.Kesejahteraan spiritual
   Berupa kekuatan akan keyakinan terhada Tuhan Yang Esa sebagai dasar yang kuat
   untuk harapan, sikap optimis menghadapi kehidupan dan cobaan
6.Mampu coping terhadap stress dan krisis secara efektif

C. KOMUNIKASI DALAM KELUARGA
 Sebagai proses, komunikasi mengandung unsur simbolis dan transaksional
Simbol: ekspresi wajah, kontak mata, isyarat, postur tubuh, body language
Misal: ciuman, tepukan, usapan
Transaksional: komunikasi timbal balik, saling dukung, saling pengaruh
Olson dan Defrain (2005) : beda komunikasi:
Pria menggunakan komunikasi sebagai sarana untuk berkompetisi dan mengembangkan dominasi wanita komunikasi sebagai sarana afiliasi untuk mengembangkan persahabatan

Komunikasi sangat penting dalam siklus keluarga:
Remaja sering beda pendapat dengan orang tua dan mencoba melawan otoritas orang tua. Perbedaan persepsi adalah beda generasi.

Model Komunikasi:

1. Open Communication: kemampuan untuk berbagi perasaan dan ide orang lain
2. Positive Communication: cara yang dikembangkan ketika menghadapi hambatan dan konflik

Komunikasi adalah sesuatu yang kompleks, ketrampilan berkomunikasi adalah kecerdasan sosial, diam sekalipun adalah cara berkomunikasi

KOMUNIKASI UNTUK MEMPERHATIKAN INTIMATE RELATIONSHIP KELUARGA
1. Keterbukaan diri (Self-disclosure)
    Bicara dengan orang lain secara tulus adalah kunci dasar dalam proses membuka diri.
2. Ketrampilan mendengarkan
    - Persuasive listening, hanya tertarik pada isi pesan
    - Directive listening
    - Attentive listening, memperhatikan dengan seksama
3. Komunikasi Assertif
    - Komunikasi agresif, menyampaikan ide sepihak tanpa menghiraukan perasaan orang
    - Komunikasi pasif, dasarnya ketakutan
    Komunikasi asertif, berkomunikasi langsung terkait apa yang dirasakan tanpa mengecilkan orang lain

D. KONFLIK KELUARGA
Adalah kondisi terjadi ketidakcocokan antara nilai atau tujuan-tujuan yang hendak dicapai baik yang ada dalam diri individu maupun hubungannya dengan orang lain
Konflik keluarga: karena adannya perbedaan cukup besar dalam sikap dan nilai, ketika perilaku yang satu menghambat anggota yang lain dalam mencapai tujuan.
Pauker (2003): Isu utama konflik keluarga:
Finansial, keluarga, gaya komunikasi Tugas-tugas dalam rumah tangga, selera pribadi

Penyelesaian konflik yang konstruktif:
1. Lebih menekankan now and here
2. Sharing perasaan (negative dan positive)
3. Berbagi informasi secara terbuka
4. Mengakui kesalahan
5. Mencari kesamaan dalam perbedaan

Gaya Penyelasaikan Konflik :
1. Hadapi (Face it!)
2. Hindari (Avoidance)
3. Kompromi (Win-Win Solution)
4. Lawan (Confrontation)
5. Ikuti (Accomodating)
6.Acuh

E. PERAN GENDER
Perbedaan peran gender yang kontras dalam keluarga penting:
Keluarga modern membutuhkan peran “Instrumental” pada Pria: sebagai pencari nafkah, manager, dan pemimpin keluarga.
Peran “Ekspresif” pada perempuan: memperhatikan pemenuhan kebutuhan afeksi keluarga, melalui peran Nurturing (mengasuh, memelihara), comforting (menenangkan, menghibur)

ANDROGINI
Penyatuan peran secara egaliter antara maskulin dan feminine

F. PERSPEKTIF PERKAWINAN
1. Orang yang menikah memiliki gaya hidup lebih sehat
2. Harapan hidup orang yang menikah lebih panjang
3. Orang yang menikah memiliki kehidupan seksual yang lebih sehat dan memuaskan.
4. Orang yang menikah memiliki asset ekonomi yang lebih baik
5. Anak akan tumbuh dan berkembang bila diasuh oleh orang tuanya sendiri

G. CIRI-CIRI PASANGAN PERKAWINAN BAHAGIA
1. Masing-masing pasangan adalah individu yang mandiri
2. Masing-masing mencintai pasangannya dan mencintai diri sendiri
3. Dapat menikmati saat sendiri maupun bersama
4. Masing-masing menikmati tugas dan pekerjaan
5. Masing-masing memiliki pemahaman diri baik
6. Dapat mengekspresikan diri masing-masing secara arif dan bijaksana
7. Masing-masing dapat berperan sebagai kekasih dan sahabat
8. Punya kesempatan mengaktualisasi diri dan saling dukung

H. MENJADI ORANG TUA (PARENTHOOD) PILIHAN DAN TANTANGAN
1. Eksistensi diri dibuktikan dengan memiliki anak.
2. Penerus keturunan
3. Altruisme
4. Sebagai tenaga kerja dan usaha
5. Sebagai tempat bergantung di masa tua
I. POLA PENGASUHAN
1. Parental support
2. Parental control
3. Rejecting parenting
4. Syndroma “Empty Nest”
5. Syndroma “Metropolitan”
6. Grand Parenthood
7. Rational Emotif Therapy ( RET )
8. Pendekatan : Orientasi Kognitif, perilaku Action dan Afeksi.
Mengutamakan berfikir, menilai, menentukan, menganalisis dan berbuat

J.PRINSIP RET

Bahwa problem individu bukan dari lingkungan, tapi berasal dari sistem keyakinan, cara memandang lingkungan, gangguan emosi mempengaruhi keyakinan, bagaimana ia menilai dan menginterpretasikan. Bila emosi terganggu, pola pikirpun terganggu.Timbul pola pikir irrational.

K. KONSELING RET
1. Aktif direktif, dorong klien untuk berbicara
2. Beri reflekxion agar mengeksplorasi diri
3. Sharing kognitif
4. Bila muncul ide irrasional konfrontasi secara asertif
5. Meningkatkan kekuatan berfikir klien dibanding emosinya
6. Pendekatan bersifat didaktik dan filosofis
7. Gunakan humor dan latihan malu sebagai cara untuk konfrontasi pemikiran irrasional klien

PERCAYAI QADLA
Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakalanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan ,,,  terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dsb. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan ,,,

SEMOGA BERMANFAAT ,,,

PANDUAN ANALISIS POTENSI SISWA Oleh : Dra. Nelly Chandrawati M.

POSISI ANALISIS POTENSI SISWA DALAM KTSP 2010 :
Potensi Fisik
Potensi Potensial
Potensi Psikologis
Potensi Aktual
Potensi Religius

TUJUAN ANALISIS POTENSI SISWA
Layanan analisis potensi siswa adalah pelayanan dalam mengidentifikasi potensi yang dimiliki oleh peserta didik dan memanfaatkan data hasil analisis untuk kepentingan layanan bimbingan dan konseling, layanan pembelajaran dan layanan manajemen / supervisi, agar potensi yang dimiliki tersalurkan dan teraktualisasikan sehingga peserta didik dapat mencapai prestasi akademik dan perkembangan yang optimal.

Analisis potensi peserta didik dalam pembelajaran
Potensi Fisik
Potensi Intelektual
Potensi Kecerdasan
Potensi Akademik
Potensi Kepribadian

Aspek Tes Kepribadian
a.Kemampuan Penyesuaian Diri
b.Kemampuan Penempatan Diri
c.Percaya Diri
d.Kepemimpinan
e.Motivasi Berprestasi
f.Inisiatif
g.Ketekunan

Analisis Potensi peserta didik dalam Manajemen Supervisi
Data analisis potensi intelektual dan akademik mempengaruhi keputusan pengelola pendidikan dalam menetapkan kualifikasi sekolah, pendekatan pembelajaran, program pengembangan keunggulan sekolah serta indikator keberhasilan belajar/ prestasi akademik dan non akademik

Pemanfatan analisis potensi siswa
Kebijakan penetapan standar/ katagori sekolah
Kebijakan penetapan kompetensi dasar dan keunggulan sekolah
Penetapan KKM oleh Guru
Penetapan rancangan pembelajaran
Pengembangan penggunaan metode dan media pembelajaran
Pelayanan pembelajaran
Pengembangan program-program layanan bimbingan dan konseling
Pengembangan wadah penyaluran bakat dan minat

MENGATASI ANAK MALAS BELAJAR Oleh : Dra. Nelly Chandrawati M

Anak Malas belajar sudah menjadi salah satu keluhan umum para orang tua. Kasus yang biasa terjadi adalah anak lebih suka bermain dari pada belajar. Anak usia sekolah tentunya perlu untuk belajar, antara lain berupa mengulang kembali pelajaran yang sudah diberikan di sekolah, mengerjakan pekerjaan rumah (pr) ataupun mempelajari hal-hal lain di luar pelajaran sekolah.

Malas

Malas dijabarkan sebagai tidak mau berbuat sesuatu, segan, tak suka, tak bernafsu. Malas belajar berarti tidak mau, enggan, tak suka, tak bernafsu untuk belajar (Muhammad Ali, Kamus Bahasa Indonesia)

Jika anak-anak tidak suka belajar dan lebih suka bermain, itu berarti belajar dianggap sebagai kegiatan yang tidak menarik buat mereka, dan mungkin tanpa mereka sadari juga dianggap sebagai kegiatan yang tidak ada gunanya/untungnya karena bagi ana-anak tidak secara langsung dapat menikmati hasil belajar. Berbeda dengan kegiatan bermain, jelas-jelas kegiatan bermain menarik buat anak-anak, dan keuntungannya dapat mereka rasakan secara langsung (perasaan senang yang dialami ketika bermain adalah suatu keuntungan).

Sebab

1. Faktor intinsik (dalam diri anak sendiri)
a. Kurangnya waktu yang tersedia untuk bermain
b. Kelelahan dalam beraktivitas (misal terlalu banyak bermain/membantu orang tua)
c. Sedang sakit
d. Sedang sedih (bertengkar dengan teman sekolah, kehilangan barang kesayangan dll)
e. IQ/EQ anak

2. Faktor ekstrinsik
a. Sikap orang tua yang tidak memperhatikan anak dalam belajar atau sebaliknya (terlalu berlebihan memperhatikan)
Banyak orangtua yang menuntut anak belajar hanya demi angka (nilai) dan bukan atas dasar kesadaran dan tanggung jawab anak selaku pelajar. Memaksakan anak untuk les ini itu. dsb.

b. Sedang punya masalah di rumah (misalnya suasana di rumah sedang "kacau" karena ada adik baru).

c. Bermasalah di sekolah (tidak suka/phobia sekolah, sehingga apapun yang berhubungan dengan sekolah jadi enggan untuk dikerjakan).
Termasuk dalam hal ini adalah guru dan teman sekolah.

d. Tidak mempunyai sarana yang menunjang blajar (misal tidak tersedianya ruang belajar khusus, meja belajar, buku penunjang , dan penerangan yang bagus.alat tulis, buku dll)

e. Suasana rumah
misalnya rumah penuh dengan kegaduhan, keadaan rumah yang berantakan ataupun kondisi udara yang pengap. Selain itu tersedianya fasilitas permainan yang berlebihan di rumah juga dapat mengganggu minat belajar anak. Mulai dari radio tape yang menggunakan kaset, CD, VCD, atau komputer yang diprogram untuk sebuah permainan (games), seperti Game Boy, Game Watch maupun Play Stations.

Mengatasi Malas Belajar Anak

Mencari sebab musababnya anak menjadi malas adalah langkah pertama. Saran berikutnya antara lain sbb:

1. Menanamkan pengertian yang benar tentang seluk beluk belajar pada anak sejak dini.
Terangkan dengan bahasa yang dimengerti anak. menumbuhkan inisiatif belajar mandiri pada anak, menanamkan kesadaran serta tanggung jawab selaku pelajar pada anak merupakan hal lain yang bermanfaat jangka panjang.

2. Berikan contoh "belajar" pada anak.
Anak cenderung meniru perilaku orangtua. Ketika menyuruh dan mengawasi anak belajar, orangtua juga perlu untuk terlihat belajar (misalnya membaca buku-buku). Sesekali ayah-ibu perlu berdiskusi satu sama lain, mengenai topik-topik serius (suasana seperti anak sedang kerja kelompok dan diskusi dengan teman-teman, jadi anak melihat kalau orangtuanya juga belajar).

2. Berikan insentif jika anak belajar. Insentif yang dapat diberikan ke anak tidak selalu harus berupa materi, tapi bisa juga berupa penghargaan dan perhatian. Pujilah anak saat ia mau belajar tanpa mesti disuruh

3. Sering mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang diajarkan di sekolah pada anak (bukan dalam keadaan mengetes anak, tapi misalnya sembari mengisi tts atau ikut menjawab kuis ). Jika anak bisa menjawab, puji dia dengan menyebut kepintarannya sebagai hasil belajar. Kalau anak tidak bisa, tunjukkan rasa kecewa dan mengatakan "Yah Ade nggak bisa jawab, nggak bisa bantu Mama deh. Ade, di buku pelajarannya ada nggak sih jawabannya? Kita lihat yuk sama-sama". Dengan cara ini, anak sekaligus akan merasa dipercaya dan dihargai oleh orangtua, karena orangtua mau meminta bantuannya.

4. mengajarkan kepada anak pelajaran-pelajaran dengan metode tertentu yang sesuai dengan kemampuan anak.Misalnya active learning atau learning by doing, atau learning through playing, sehingga anak merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan.

5. Komunikasi
Hendaklah ortu membuka diri , berkomunikasi dengan anaknya guna memperoleh secara langsung informasi yang tepat mengenai dirinya.
Carilah situasi dan kondisi yang tepat untuk dapat berkomunikasi secara terbuka dengannya. Setelah itu ajaklah anak untuk mengungkapkan penyebab ia malas belajar. Pergunakan setiap suasana yang santai seperti saat membantu ibu di dapur, berjalan-jalan atau sambil bermain, tidak harus formal yang membuat anak tidak bisa membuka permasalahan dirinya.

6. Menciptakan disiplin.
jadikan belajar sebagai rutinitas yang pasti.

7. Menegakkan kedisiplinan.
Setelah point 6, Menegakkan kedisiplinan harus dilakukan bilamana anak mulai meninggalkan rutinitas yang telah disepakati. Bilamana anak melakukan pelanggaran sedapat mungkin hindari sanksi yang bersifat fisik (menjewer, menyentil, mencubit, atau memukul). gunakanlah konsekuensi-konsekuensi logis yang dapat diterima oleh akal pikiran anak.

8. Pilih waktu belajar terbaik untuk anak, ketika anak merasa segar. Mungkin sehabis mandi sore. Anak juga bisa diajak bersama-sama menentukan kapan waktu belajarnya.

9. Kenali pola kemampuan dan perkembangan anak kemudian susunlah suatu jadwal belajar yang sesuai.
dalam hal ini IQ, EQ, kemampuan konsentrasi ,daya serap dll.

10. Menciptakan suasana belajar yang baik dan nyaman
Setidaknya orangtua memenuhi kebutuhan sarana belajar, memberikan perhatian dengan cara mengarahkan dan mendampingi anak saat belajar. Sebagai selingan orangtua dapat pula memberikan permainan-permainan yang mendidik agar suasana belajar tidak tegang dan tetap menarik perhatian.

11. Menghibur dan memberikan solusi yang baik dan bijaksana pada anak.
Dalam hal ini jika anak sakit/sedih.

Beberapa hal yang tidak kalah pentingnya dalam menyikapi anak yang sedang dilanda malas belajat adalah

1. Orangtua harus menyadari sisi positif sang anak.
Galilah sisi positif anak agar anak menyadari dirinya sendiri untuk mengatasi masalahnya,.
Pernah nggak sih kamu menghadapi PR yang sangat sulit, tapi akhirnya bisa mengatasinya?
Ajak anak untuk mengingat ingat, dan kemudian bercerita. Begitu anak mengingat momen itu, gali lebih jauh. PR apa itu, apa saja kesulitannya, bagaimana dia mengatasinya, dan seterusnya.
Anak akhirnya tersadar bahwa dia bisa mengatasi kesulitan-kesulitannya itu, karena dia memiliki sisi positif tertentu. Sisi itu bergantung dari sang anak. Bisa saja karena kesabaran, keuletan, usaha dia untuk bertanya kepada teman, dan sebagainya.
Perkuat keyakinan anak, atau sadarkan anak. Misalnya dengan mengatakan: Nah, kamu pernah mengalami hal yang seperti ini, dan berarti kamu bisa mengatasinya
2. Gunakan imajinasi anak
Orangtua membantu anak membayangkan, apa yang dia inginkan untuk masa depannya. Baik dalam waktu panjang atau pendek.
Pancing anak untuk membayangkan sesuatu yang menyenangkan jika dia berhasil mengerjakan PR-nya dengan baik., kira-kira apa ya komentar dari guru? Minta dia menggambarkan imajinasinya dengan jelas, apa jadinya jika PR-nya bagus. Mulai dari bagaimana senyum sang guru, komentarnya, dan sebagainya.
3. Mengarahkan anak untu berteman dan "hidup" dalam lingkungan yang baik dan mendukung.
4. Tidak terfokus bahwa belajar hanya berkutat pada buku non fiksi. Gunakan segala hal yang baik yang mampu membuat anak "belajar"tentang segala sesuatu, termasuk permainannya karena dunia bermain adalah dunia anak-anak Pilih dan arahkan permainannya sehingga anak bisa berkembang.
5. Memberikan bekal nilai-nilai religius pada anak
Inilah faktor yang sangat penting ,disamping doa orang tua akan anak-anaknya. Apalagi di jaman yang berkembang dengan pesatnya. Tak mungkin orang tua memberikan pengawasan secara kasat mata terus menerus.Juga kemajuan teknologi. Satu hal yang menjadi jawabnya adalah: beragama dengan baik dan benar.



Semoga bermanfaat ...

MENGENALI DIRI DAN MENGEMBANGKAN KEPRIBADIAN

Setiap manusia normal cenderung mengharapkan dirinya berkembang menjadi lebih baik lagi, apa pun profesinya.

W Stern mengemukakan Teori Konvergensi yang mengatakan kepribadian manusia terbentuk sebagai hasil interaksi dari nature dan nurture. Jadi, hasil interaksi dari potensi yang dimiliki manusia dan seberapa besar lingkungan mempengaruhi perwujudan potensi yang dimiliki.

Kalau berbicara mengenai "potensi", kita tidak bisa berbuat banyak, karena potensi manusia memang sudah terberi. Yang dapat diupayakan adalah usaha untuk mengembangkan potensi yang ada agar berfungsi sesuai dengan peran yang harus kita jalankan.

Dalam hal ini, Harry Ingham dan Joseph Luft dalam Johari Window-nya (nama Johari berasal dari Joseph Luft dan Harrington Ingham) menyatakan bahwa manusia memiliki empat daerah pengenalan diri yaitu:

1. Diri terbuka
2. Diri terlena
3. Diri tersembunyi
4. Diri yang tidak dikenal siapa pun.

Keempat hal di atas digambarkan sebagai berikut.

Bidang 1: Diri terbuka
Bagian diri yang disadari oleh diri sendiri dan ditampilkan kepada orang lain atas kemauan sendiri. Misalnya perasaan, pendapat dan pikiran yang dipilih untuk disampaikan kepada orang lain. Juga hal-hal yang tidak dapat ditutupi terhadap orang lain, seperti muka, bentuk badan, umur yang tampak pada keadaan badan (tua, muda).

Bidang 2: Diri terlena
Bagian diri yang tanpa disadari diri sendiri, tertutup terhadap dirinya, tetapi tersampaikan kepada orang lain atau diketahui oleh orang lain. Misalnya kebiasaan-kebiasaan, sifat-sifat, dan kemampuan tertentu yang tidak disadari ada pada diri sendiri, yang sering berpengaruh (positif atau negatif) dalam berhubungan dengan orang lain (misalnya sering membuat interupsi, kurang memperhatikan perasaan orang lain, senang membantah, membanggakan diri, dan sebagainya).

Bidang 3: Diri tersembunyi
Bagian diri yang disadari oleh diri sendiri, tetapi secara sadar ditutup-tutupi atau disembunyikan terhadap orang lain. Mungkin juga orang tidak tahu bagaimana menyampaikan dirinya kepada orang lain (misalnya tidak setuju tentang pendapat orang lain, tetapi tidak dapat menyampaikan hal itu), atau karena kalau disampaikan akan membuat malu diri sendiri, misalnya perasaan ketidakpastian, keinginan yang rahasia, dan sebagainya.

Bidang 4: Diri yang tak dikenal oleh diri sendiri dan oleh orang lain.
Bagian diri yang tidak dikenal diri sendiri dan orang lain ini berupa motif, kebutuhan yang tidak disadari, terlupakan atau didesak ke bawah sadar sehingga tidak dikenal lagi dan masih mempengaruhi tindakan orang dalam berhubungan dengan orang lain.

Untuk dirinya perlu dikembangkan kepercayaan dengan jalan membuka diri terhadap pendapat, perasaan, dan pikiran orang lain, artinya membuka jalan bagi orang lain untuk memberikan umpan balik kepada dia sehingga bidang diri terbuka (1) melebar dan akan timbul perbaikan dalam hubungan dengan orang lain.

Mengenali diri maksudnya adalah memperoleh pengetahuan tentang totalitas diri yang tepat dengan menyadari segi keunggulan yang dimiliki maupun segi kekurangan-kekurangan yang ada pada diri.

Umpan balik
Umpan balik merupakan proses di mana seseorang memberi tahu berdasarkan pengamatan dan perasaannya tentang tingkah laku seseorang guna membantu perkembangan pribadi orang itu.

Beberapa hal yang bisa dijadikan pegangan sebagai upaya perubahan sikap adalah memiliki motivasi kuat untuk berkembang, memiliki antusiasme dengan cara berpikir positif, bersedia belajar meyakini dan menghargai kemampuan diri, berupaya meningkatkan kemampuan untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan diri sendiri, berupaya tidak membiarkan perkecualian terjadi, sebelum kebiasaan baru berakar pada kehidupan, dan bersikap rajin berlatih pada setiap kesempatan diperoleh.

Pengembangan kepribadian
Kecuali modal pegangan tersebut diatas, untuk mengembangkan diri perlu dipertimbangkan juga faktor di bawah ini.

a. Faktor penghambat yang berasal dari lingkungan.
Sistem yang dianut. Kadang-kadang sistem yang berlaku dalam lingkungan kita, apakah dalam pekerjaan pendidikan atau lingkungan sosial di mana kita berada, tanpa disadari menghambat pengembangan diri kita, misalnya diberlakukannya sistem senioritas dalam jenjang jabatan di mana kita bekerja.

Tanggapan atau sikap/kebiasaan dalam lingkungan kebudayaan. Kadang-kadang tradisi atau kebiasaan yang berlaku menghambat perwujudan dari perkembangan diri seseorang.

b. Faktor penghambat yang berasal dari diri individu sendiri.
Faktor tujuan hidup yang tidak/belum tergambar dengan jelas.
Faktor motivasi dan faktor keengganan untuk menelaah diri. Kadang-kadang manusia takut untuk menerima kenyataan bahwa ia memiliki kekurangan ataupun kelebihan pada dirinya.

Faktor usia. Kadang-kadang orang yang sudah tua dalam usia tidak melihat bahwa kearifan dan kebijaksanaan dapat dicapainya. Mereka cenderung memandang bahwa usia muda lebih hebat karena produktif.

Memang banyak aspek penghambat pengembangan kepribadian kita, namun sebenarnya masalah utamanya terletak pada jawaban kita terhadap pertanyaan, "Benarkah kita berkeinginan untuk mengembangkan diri kita?"

MENGENAL KEPRIBADIAN INDIVIDU

Untuk mengenali temparemen dasar orang lain pada dasarnya kita harus mengetahui terdapat beberapa temperamen yaitu temperamen udara (sanguinis),temperamen api (koleris), temperamen (melankolis), dan temperamen air (phlegmatis). Yang harus diingat adalah bahwa sebagian besar kita adalah kombinasi dari temparemen yg ada. Gunakan cara berikut sekedar untuk menemukan petunjuk awal yang perlu Anda konfirmasikan kemudian :

Lihat sorot matanya:
- Kalau sorot matanya sering berbinar dan tampak berkaca-kaca ceria, pupil matanya
cenderung besar, maka dia sanguinis udara
- Kalau sorot matanya tajam, dan berani bertatap pandangan lama, maka dia koleris
api Perhatikan cara dia berbicara
- Kalau dia banyak bicara dan tertawa, heboh, serta punya banyak guyonan, suka
mengerjain orang, maka dia sanguinis udara
- Kalau dia sering memakai perkataan seperti “tergantung” atau apapun yg
menunjukkan dia banyak sekali yang dipertimbangkan, maka dia melankolis tanah - Kalau waktu mendengarkan anda bicara dia sering sekali berpose non verbal
tangan ke wajah, maka dia melankolis tanah
- Kalau dia sering bilang “minta maaf” atau semacamnya, maka dia melankolis
tanah
- Kalau bicaranya pelan, lebih suka mendengarkan ketika ada di kerumuman, pendengar
yang baik, maka dia adalah phlegmatis air Perhatikan sikap tubuhnya
- Kalau waktu dia bicara seluruh wajah dan kebanyakan anggota tubuhnya ikut
bergerak untuk memperkuat pesan, maka dia sanguinis udara
- Kalau pada waktu duduk dia tidak bisa diam, maka dia sanguinis udara
- Kalau pada waktu duduk sikapnya tegak, gayanya defensif dan/atau superior
(misalnya tangan bersilang di depan dada, kedua tangan diletakkan di belakang
tengkuk), maka dia koleris api
- Kalau pada saat duduk sikap nonverbalnya tampak seperti orang yang sedang
mengevaluasi (misalnya tangan di dagu, tangan di pipi) maka dia melankolis
bumi
- Kalau pada saat duduk pinggangnya lebih dekat/menyentuh alas duduk, maka dia
phlegmatis air Dari sini Anda sudah bisa melihat bahwa yang paling gampang
terlihat adalah kaum sanguinis udara. Penampilan dan perilakunya memang
sedemikian mencolok. Dari pernyataan ini bisa kita artikan kalau mau menemukan
phlegmatis atau melankolis, maka cari saja mereka yg tidak begitu tampak
mencolok. Lihatnya sikap dia ke orang lain
- Kalau dia tidak sungkan untuk menanyakan dan membicarakan rahasia orang lain,
maka dia sanguinis udara
- Kalau dia tiba-tiba saja membetulkan kerah baju Anda yg melenceng, mengambilkan
ballpoin orang lain yg jatuh meski agak jauh dari posisinya, maka dia koleris
api
- Kalau dia secara otomatis cenderung suka menyuruh-nyuruh orang, atau gigih sekali
membuat orang lain menerima pendapatnya, maka dia koleris api
- Kalau dia sepertinya sangat tidak keberatan untuk beda pendapat hingga sampai
berdebat alot dengan orang lain, maka dia koleris api
- Kalau dia begitu peka pada bagaimana orang lain memberi tanggapan, maka dia
melankolis bumi
- Kalau dia bisa menangis atas cerita orang lain, maka dia melankolis bumi
- Kalau dia menurut, hampir-hampir tidak bisa menolak, atau bahkan tidak bisa
menolak request/permintaan orang lain, maka dia phlegmatis air Lihat caranya
berpakaian
- Kalau pakaiannya relatif (paling) trendi, atau warnanya menyala bukan main, atau
apapun yg membuat dia tampak mudah dibedakan dengan yang lain, maka dia itu
sanguinis udara
- Kalau dia sering minta baju, tas atau apapun yang dia miliki dikomentari dengan
teman-temannya, maka dia itu sanguinis udara
- Kalau model pakaian dan style-nya konservatif (misalnya bukan motif berani,
kemeja dimasukkan baju, dst), maka dia melankolis Perhatikan ketika dia sedang
diminta mengambil keputusan
- Kalau memikirnya lama, dan ketika ditanya dia memberikan banyak sekali
pertimbangan, maka dia adalah melankolis bumi
- Kalau memikirnya lama dan tampak sekali bahwa dia ternyata tidak sedang berpikir
keras dan lebih suka kalau dia menurut saja dengan keputusan yang sudah ada, maka
dia adalah phlegmatis air
- Kalau memikirnya cepat dan itu karena dia tahu manakah alternatif yg paling/lebih
menyenangkan, maka dia adalah sanguinis udara
- Kalau yg berikut ini adalah melankolis. Dalam temparemen yg ekstrim ketika Anda
baru saja berkenalan dengannya
- Dengan Sanguinis, maka ingat bahwa dia itu senang dipuji, ketika dia bercanda
sebaiknya Anda tertawa. Anda boleh-boleh saja ngeledek dia, tapi berhati-hatilah
untuk tidak mengkritik dia
- Dengan Koleris, maka ingat bahwa dia suka sekali ketika orang lain memberi
pengakuan atau kagum akan segenap pencapaian dia. Biarkan saja dia banyak bicara
dan bersikap dominan. Anda tak harus sepakat dengan apa-apa yang dia omongkan,
tapi sebaiknya Anda (terlihat) mendengarkan dengan baik apa yang dia
sampaikan
- Dengan Melankolis, maka ingatlah bahwa dia itu tidak suka pembicaraan basa basi
berlebihan. Hati-hati kalau bercanda dengannya. Perasaannya paling peka
dibandingkan dengan yang lain. Tidak perlu juga mengkritik dia. Para melankolis
biasanya sudah amat pintar mengkritisi dirinya.
- Dengan Phlegmatis, Anda tidak punya terlalu banyak larangan. Phlegmatis adalah
kaum yg paling easy going dan enak diajak ngobrol. Untuk menghadapi setiap
temparemen, kita perlu tahu dulu apa yang mereka butuhkan dan hindarkan, untuk
kemudian bisa melakukan penyikapan yang sesuai dengan situasi dan kondisi.

Anda bisa mengacu pada daftar berikut. Dan sebagai catatan, daftar yang berikut ini akan paling terlihat pada anak-anak atau remaja atau mereka yang mencapai ekstrimitas (ingat bahwa kita biasanya kombinasional)

1. Untuk Sanguinis,
- Yang mereka butuhkan: Perhatian, Dukungan, Kasih sayang, Penerimaan
- Yang mereka hindari : Tugas yang membosankan, Rutinitas, Kritik, Detail,
Sasaran terlalu tinggi

2. Untuk Koleris,
- Yang mereka butuhkan: Penghargaan prestasi, Peluang memimpin, Partisipasi,
memutuskan sesuatu untuk diatur
- Yang mereka hindari : Istirahat, Kebosanan, Permainan yang tak mungkin
dimenangkan

3.Untuk Melankolis,
- Yang mereka butuhkan: Kepekaan, Keinginan, Kualitas Prestasi,Ruang Sendiri
, Ketenangan, Stabilitas, Dukungan keluarga dan teman sejawat atau
kesimpulannya: Sensitivity – Support – Space – Silence
- Yang mereka hindari : Keributan/Kebisingan, Urusan-urusan sepele,
Diolok-olok

4.Untuk phlegmatis,
- Yang mereka butuhkan: Relaksasi dan Santai, Perhatian, Pujian, Motivasi penuh
kasih sayang
- Yang mereka hindari : Konflik – Konfrontasi, Inisiatif, Keputusan, Kerja ekstra
, Tanggung jawab


SELAMAT DIPRAKTEKKAN DAN BERLATIH

Personality bisa diubah (atau lebih tepatnya: diperkaya), tapi temparemen biasanya tetap untuk setiap orang. Karena ini terkait dengan komposisi cairan dalam tubuh ,,,

Minggu, 17 Juli 2011

GANGGUAN KEPRIBADIAN - NARCISSTIC PERSONALITY

Gangguan kepribadian narsisistik merupakan gangguan mental di mana orang memiliki rasa ego yang tinggi dan kebutuhan yang mendalam untuk kekaguman. Orang dengan narsisistik percaya bahwa mereka lebih unggul dari orang lain dan kurang memperhatikan perasaan orang lain. Namun di balik topeng ada harga diri yang rapuh, rentan terhadap kritik sedikit.

Gangguan kepribadian narsisistik adalah salah satu dari beberapa jenis gangguan kepribadian disorders.Personality kondisi di mana orang memiliki sifat yang menyebabkan mereka merasa dan berperilaku dengan cara yang mengasingkan diri dari ruang sosial, membatasi kemampuan mereka untuk berhubungan dengan lingkungan lain di luar lingkungan mereka, seperti pekerjaan atau sekolah.

Gejala

Gejala gangguan kepribadian narsisistik meliputi:

* Percaya bahwa lebih baik daripada yang lain

* Khayalan tentang kekuasaan, kesuksesan dan daya tarik

* Melebih-lebihkan prestasi atau bakat

* Melanjutkan untuk mengharapkan pujian dan kekaguman

* Percaya bahwa orang dengan khusus

* Kegagalan untuk mengenali emosi orang lain dan perasaan

* Mengharapkan orang lain untuk pergi bersama dengan ide-ide dan rencana untuk pasien

* Mengambil keuntungan dari orang lain

* Mengekspresikan penghinaan untuk mereka yang merasa kurang

* Menjadi orang lain cemburu

* Percaya bahwa orang lain iri

* Kesulitan menjaga hubungan yang sehat

* Menetapkan tujuan yang tidak realistis

* Menjadi mudah tersinggung dan ditolak

* Memiliki harga diri yang rapuh

* Hati atau Perangkat Keras emosional

Meskipun gangguan kepribadian narsistik mungkin tampak seperti memiliki kepercayaan diri atau harga diri yang kuat, itu tidak sama. Gangguan kepribadian narsisistik melintasi batas-batas normal kepercayaan dan harga diri dengan berpikir begitu tinggi dari diri Anda sendiri. Sebaliknya, orang yang memiliki kepercayaan diri sehat dan harga diri tidak menghargai diri mereka sendiri lebih dari yang mereka nilai lain.

Ketika seseorang memiliki gangguan kepribadian narsistik, mungkin muncul arogan, sering memonopoli percakapan, meremehkan atau memandang rendah orang yang dianggap inferior, merasa paling berhak. Dan ketika itu tidak menerima perlakuan khusus yang merasa berhak untuk mendapatkan pasien, pasien menjadi sangat tidak sabar atau marah. Pasien juga mencari orang lain yang berpikir memiliki bakat khusus yang sama, kekuasaan dan sifat - orang yang melihat pasien setara. Pasien mungkin bersikeras memiliki "terbaik" dari segala sesuatu - mobil terbaik, klub olahraga, perawatan medis atau lingkungan sosial, misalnya.

Namun di balik semua "kemegahan" sering ada harga diri-rapuh. Pasien kesulitan menangani apa pun yang bisa dianggap sebagai kritik. Jika pasien dikritik ia malu dan dipermalukan dan tampaknya rahasia terbuka. Dan untuk membuat diri mereka merasa orang baik, orang biasanya bereaksi dengan marah atau penghinaan dan upaya untuk meremehkan orang lain untuk membuat diri mereka terlihat lebih baik.

Penyebab ini narsis sampai sekarang tidak diketahui. Seperti dengan gangguan mental lain, penyebabnya mungkin kompleks. Bukti dihubungkan pada penyebab anak disfungsional, seperti memanjakan berlebihan, harapan yang sangat tinggi, penyalahgunaan atau kelalaian. Bukti lain menunjukkan genetika atau psychobiology - hubungan antara otak dan perilaku dan pemikiran.

Pengobatan

Gangguan kepribadian narsisistik pengobatan ini berpusat di sekitar psikoterapi. Tidak ada obat khusus yang digunakan untuk mengobati gangguan kepribadian narsisistik. Namun, jika gejala pasien mengalami depresi, kecemasan atau kondisi lain, obat-obatan seperti antidepresan atau obat anti-cemas, dapat membantu.

Jenis terapi yang dapat membantu untuk gangguan kepribadian narsistik meliputi:

* Terapi kognitif perilaku. Secara umum, terapi perilaku kognitif membantu pasien mengidentifikasi kondisi kesehatan, keyakinan dan perilaku negatif dan menggantinya dengan sehat, positif.

* Terapi keluarga biasanya membawa seluruh keluarga bersama-sama dalam sesi terapi. Pasien dan keluarganya mengeksplorasi konflik, komunikasi dan pemecahan masalah untuk membantu mengatasi masalah hubungan antara mereka.

* Kelompok terapi yang memungkinkan pasien untuk bertemu dengan sekelompok orang dengan kondisi yang sama, dapat membantu dengan mengajar dan untuk berhubungan baik dengan orang lain. Ini mungkin cara yang baik untuk belajar tentang benar-benar mendengarkan orang lain, belajar tentang perasaan mereka dan menawarkan dukungan.

Karena ciri-ciri kepribadian bisa sulit untuk mengubah, terapi dapat mengambil beberapa years.The tujuan jangka pendek psikoterapi adalah untuk mengatasi masalah seperti penggunaan narkoba, depresi, rendah diri atau malu. Tujuan jangka panjang adalah untuk membentuk kembali kepribadian pasien, setidaknya untuk beberapa perubahan kecil secara signifikan, sehingga pasien dapat mengubah pola berpikir yang mendistorsi citra diri dan membuat diri yang realistis image.Psychotherapy juga dapat membantu pasien belajar untuk berhubungan lebih baik dengan orang lain sehingga hubungan yang lebih intim, menyenangkan dan bermanfaat. Hal ini dapat membantu pasien memahami penyebab emosi pasien dan apa yang mendorong orang untuk bersaing, untuk tidak mempercayai orang lain dan mungkin membenci diri sendiri dan orang lain.

Obat, obat-obatan, atau penyakit yang mungkin terkait dengan topik ini adalah: Agoraphobia, Kulit Berminyak Rambut murah, Gangguan Pencernaan, atrofi Otot, Miastenia Gravis ...




Narcissistic personality disorder is a mental disorder in which people have a high sense of ego and a deep need for admiration. People with narcissistic believe that they are superior to others and less attention to the feelings of others. But behind the mask there is a fragile self-esteem, vulnerable to the criticism a bit.

Narcissistic personality disorder is one of several types of personality disorders.Personality disorder condition in which people have traits that cause them to feel and behave in ways that alienate themselves from the social space, limiting their ability to relate to other environments outside of their environment, such as work or school.

Symptoms

Narcissistic personality disorder symptoms include:

* Believe that it is better than others

* Fantasizing about power, success and attractiveness

* Exaggerating achievement or talent

* Continuing to expect the praise and admiration

* Believe that people with special

* Failure to recognize the emotions of others and feelings

* Expecting others to go along with the ideas and plans for patients

* Taking advantage of others

* Expressing contempt for those who feel less

* Being jealous of other people

* Believing that others envy

* Difficulty maintaining healthy relationships

* Setting unrealistic goals

* Being easily offended and rejected

* Having a fragile self-esteem

* Liver or emotional Hardware

Although narcissistic personality disorder may seem like having confidence or strong self-esteem, it is not the same. Narcissistic personality disorder across the normal boundaries of trust and self-esteem into thinking so highly of yourself. Conversely, people who have healthy confidence and self-esteem do not value themselves more than they value others.

When a person has a narcissistic personality disorder, possibly appearing arrogant, often monopolize conversations, belittle or look down on people who are considered inferior, feel the most entitled. And when it does not receive special treatment that feel entitled to obtain the patient, the patient became very impatient or angry. Patients are also looking for other people who think having the same special talents, power and nature – people who see patients equivalents. Patients may insist on having “the best” of everything – the best car, sports clubs, medical care or social environment, for example.

But behind all the “pomp” there is often a fragile self-esteem. Patients trouble handling anything that could be regarded as criticism. If the patient is criticized he was embarrassed and humiliated and seemed open secret. And in order to make themselves feel better people, people usually react with anger or contempt and efforts to belittle others to make themselves look better.

The cause of this narcissistic until now unknown. As with other mental disorders, the cause may be complex. The evidence is hooked on the cause of dysfunctional childhood, such as excessive pampering, extremely high expectations, abuse or negligence. Other evidence indicates genetics or psychobiology – the relationship between brain and behavior and thinking.

Treatment

Narcissistic personality disorder treatment is centered around psychotherapy. There are no specific medications used to treat narcissistic personality disorder. However, if patients experience symptoms of depression, anxiety or other conditions, medications such as antidepressants or anti-anxiety drugs, can help.

This type of therapy that can help to narcissistic personality disorder include:

* Cognitive behavioral therapy. In general, cognitive behavioral therapy helps patients identify health conditions, beliefs and negative behaviors and replace them with healthy, positive.

* Family therapy typically brings the whole family together in therapy sessions. The patient and his family explore conflicts, communication and problem solving to help cope with relationship problems between them.

* Group therapy that allows patients to meet with a group of people with the same conditions, can help with teaching and to relate better with others. It’s probably a good way to learn about truly listening to others, learn about their feelings and offer support.

Because personality traits can be difficult to change, therapy may take several years.The purpose of short-term psychotherapy is to address problems such as drug use, depression, low self-esteem or shame. Long-term goal is to reshape the patient’s personality, at least for a few minor changes significantly, so that patients can change patterns of thinking that distort self-image and create a realistic self-image.Psychotherapy can also help patients learn to relate better with others so that the relationship is more intimate, enjoyable and rewarding. This can help patients understand the causes of patient emotions and what drives people to compete, to not trust other people and perhaps to hate yourself and others.

Drug, medicine, or diseases which are possible related to this topic are: Agoraphobia, Oily hair is cheaper, Indigestion, Atrofi Otot, Myasthenia Gravis

Senin, 20 Juni 2011

SEMANGAT ADALAH KEKUATAN UNTUK BERTAHAN HIDUP

Finally, dua orang sahabat saya akhir tahun ini resmi berangkat ke Australia. Mereka dapat beasiswa Chevening. Begitu dengar, saya langsung lemas. Sedih dan senang. I'm so happy for their both. Tiap hari dengar curhat mereka soal mimpi. Tiap hari lihat usaha mereka untuk meraih mimpi itu. Dan sekarang, cling... that dream coming true. Gila yah...I'm living with super people.

Tapi tentu saya sedih. Karena pada dasarnya mimpi mereka adalah mimpi saya juga. Hanya bedanya, mereka serius mengejar, mungkin sampai ke negeri Cina. Sedangkan saya masih mengejar stok ASI dan deadline. Hehe... Yes, never ever think that I'm not happy with my life. I'm super happy. Nothing regrets. Rejeki tak mungkin salah kamar selama kita mau berusaha. Yah, saya hampir setahun ini dilimpahkan beragam rejeki.

Lalu kenapa sedih ? Karena saya ingat lagi dengan mimpi itu. Ingat dulu terobsesi sampai seperti orang bodoh. Ingat begitu banyak biaya dan waktu yang terbuang tapi tidak berhasil. And the saddest part is, I gave up! huhu...

Ah sudahlah... tak usah dibahas lagi. Intinya sekali lagi, I'm happy because my SPIRIT for all of my best friends! You guys totally deserve to get it. And I probably the next. AMIN!

Dari uraian saya diatas dapat disimpulkan bahwa bahwa setiap manusia pasti pernah mengalami kegagalan dan kegelisahan bahkan kekecewaan. Akhirnya bagaimana sebenarnya menumbuhkan pribadi yang gelisah akibat masa lalunya. Bagi jiwa-jiwa yang pernah jatuh maka tumbuhkan kebaikan, karena membiarkan jiwa yang buruk bila dibiarkan akan membuat pribadi menjadi gelisah. Bagaimana memulihkan jiwa sehingga terbentuk menjadi pribadi yang kuat, yang tentunya dengan jiwa yang baik, akan selalu berupaya membangun kehidupan selalu gembira, mencintai kedamaian dan memiliki dorongan asli menegakkan keadilan bagi kehidupan sesama.

Menjadi pribadi yang kuat diperlukan pemeliharaan sepanjang waktu, Tuhan Yang Maha Esa akan selalu membantu kita jika kita mampu terus memelihara kebaikan. Tuhan Yang Maha Esa akan mengirimkan pertolongannya hanya pada orang-orang yang memiliki nilai yang tinggi, dan rendahnya nilai pada seseorang membuat jauh dari pertolonganNya.

Ada empat hal yang membuat jiwa kita menjadi rusak, yakni pertama tidak adanya kasih sayang, kedua rusaknya keimanan, ketiga tidak dijaganya atau kurangnya pendidikan, keempat lemahnya ekonomi. Untuk itu bagaimana upaya pengkondisian dan membantu orang lain agar dapat memulihkan jiwa, maka bantu mereka yang ingin memperbesar kasih sayang, bantu mereka meningkatkan keimanan, bantu mereka untuk meningkatkan pendidikan, dan mencarikan jalan untuk menemukan cara memperbaiki ekonominya secara baik.

Jiwa yang baik akan mencintai kedamaian, maka tunjukkan kalau beriman itu indah. Dengan keindahan yang dimiliki oleh hati, maka ada taman dalam taman keindahan jiwa. Intinya selalu mencintai arus kebaikan agar kita akan memiliki sponsor dari Tuhan Yang Maha Esa dan ditenagai olehNya. Jangan sampai Tuhan Yang Maha Esa mengambil kembali tenaga yang tadinya meneladani kebaikannya, hanya karena orang itu tidak lagi menjaga kebaikannya.

Ada dua cara untuk menghebatkan diri menuju kebaikan, yakni pertama : berani untuk gagal besar atau berencana dengan gagal besar, dan tidak kecil hati dengan gagal kecil. Kedua: ikhlaslah kalau digagalkanNya. Dekatkan dengan arus yang melibatkan kebaikan, karena arus kebaikan itu sangat kuat merangkul sesuatu yang diangkatnya.

Berilah orang disekitar kita kalimat pujian, dan pujian itu mempercepat tercapainya kebaikan. Menjadi orang tua yang membesarkan hati anak, membesarkan hati saudara, teman atau sahabat adalah yang memberikan kebaikannya untuk pemulihan jiwa. Berarti memulihkan jiwa orang lain, sudah pasti juga memulihkan jiwa kita. Karena tidak bisa memulihkan jiwa kita manakala kita masih memiliki ego yang tinggi, tidak peduli kepada orang lain.

KITA TAHU APA YANG TERBAIK BAGI DIRI KITA ...............
HARI KITA DIHARI INI UNTUK HARI ESOK YANG CERAH .........