Tampilkan postingan dengan label Narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Narkoba. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Desember 2010

Bahaya Narkoba Bagi Remaja

Masa remaja merupakan masa antara masa kanak - kanak menuju masa dewasa. Masa ini sangat berperan penting bagi kehidupannya dimasa mendatang. Bila seseorang remaja memakai narkoba, maka kemungkinan besar dia akan menggunakan narkoba hingga ia dewasa. Hal itu tentu saja dapat merusak kehidupan dan cita - citanya dimasa mendatang.

Pada masa remaja, rasa ingin tahu ( mencoba - coba ), mengikuti trend, gaya hidup, bersenang - senang, dan rasa untuk dihargai oleh teman temannya sangatlah besar. Sehingga hal itu dengan mudah dapat membuat seorang remaja untuk menggunakan narkoba. Terbukti bahwa yang paling banyak mengonsumsi narkoba adalah dari kelompok remaja.

Masalah semakin sulit lagi jika mereka menggunakan narkoba yang menggunakan jarum suntik secara bergantian. Sehingg penyakit HIV/AIDS dapat menyebar dengan mudah. Bila terus dibiarkan akan merusak kehidupan anak bangsa dan tentunya akan merusak sumber daya manusia suatu negara. Jadi, apa yang harus dilakukan oleh orang tua dan guru - guru di sekolah ?

Masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengindari diri dari bahaya narkoba dikalangan remaja. Misalnya

1. Memberikan peyuluhan / penyebaran informasi akan bahaya narkoba. Hal ini dapat dilakukan melalui banyak cara, misalnya penyuluhan di sekolah, melalui iklan layanan masyarakat, pendekatan melalui keluarga, dan melalui kegiatan positih yang berhubungan dengan anti narkoba. Instansi pemerintah, seperti halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.

2. Melakukan kegiatan positif misalnya berolah raga, dan melaksanakan bakti sosial sehingga remaja tidak akan berpikiran untuk menggunakan narkoba karena mereka sibuk dengan aktifitas baik yang mereka lakukan.

3. Peduli dengan kawan yang mungkin akan atau sudah menggunakan narkoba dengan memberikan peringatan serta nasihat kepada mereka.

4. Orang tua selalu melakukan pendekatan kepada anaknya. Trik dan tips yang dapat anda lakukan saat berkomunikasi dengan anak adalah :
  • Perhatikan ekspresi / mimik muka dan bahasa tubuh anak.  Apakah anak Anda gugup atau merasa tidak nyaman, seperti merengut, memainkan tangannya, menggoyang kaki, tidak berani menatap mata Anda  atau seringkali melihat jam dsb.?  Atau anak Anda terlihat tenang, tersenyum atau menatap langsung mata Anda ?  Bacalah tanda-tanda ini untuk mengetahui perasaan anak Anda yang sebenarnya.
  • Sepanjang diskusi dengan anak Anda ini berlangsung, perhatikan apa yang dikatakannya.  Bila diskusi ini dilakukan dengan posisi duduk, dekatkanlah diri Anda.  Bila dilakukan dengan berjalan, peluklah bahunya.  Dan sering-seringlah melakukan kontak mata.
  • Tanggapilah apa saja yang di katakan oleh anak anda. Remaja sangat suka apabila apa yang dikatakanya ditanggapi oleh pendengar. Namun, gunakanlah bahasa yang baik dan tidak momojokka posisi yang dihadapi olehnya.
  • Jangan mengabaikan hal yang tidak mau anda dengar darinya. Karena, biasanya hal itulah yang merupakan hal penting dari masalah tersebut.
  • Berusahalan mengerti apa yang dirasakan anak anda pada posisi itu.
  • Jangan langsung memeberikan nasihat atas apa dari setiap kata yang diucapkan oleh anak anda. Sebaiknya selesaikan hingga ia selesai,
  • Yakinkan bahwa anda mengerti apa yang dimaksud oleh anak anda.

Minggu, 26 Desember 2010

Pengertian Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Biasanya Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyebut narkoba dengan sebutan " napza " yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Narkoba ataupun napza merupakan sekelompok zat yang memiliki resiko  kecanduan/ketergantungan  jika dipakai terus - menerus atau melampaui batas. Pada awal mulanya narkoba digunakan sebagai alat bius atau pereda rasa sakit bagi pasien atau tentara dan digunkan untuk obat - obat penyakit tertentu. Namun, pada saat ini sekelompok orang menyalah gunakannya dengan pemakaian yang telah melampaui batas.

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997).

Jenis narkotika secara umum terbagi dua, yaitu :
-Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
-Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997).

Zat yang termasuk psikotropika antara lain adalah sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Alis Diethylamide), dsb.

Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat.

Zat yang termasuk bahan adiktif adalah alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether, dsb.

Efek Yang Ditimbulkaan Saat Menggunakan Narkoba

Efek yang ditimbulkan narkoba secara umum ada tiga macam, yaitu halusinogen, stimulan, dan depresan.

-Halusinogen
Halusinogen adalah efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata. Terkadang pengguna juga merasa paranoid, merasa orang di sekelilingnya inggin menyerangnya.

-Stimulan
Stimulan merupakan efek dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih bertenaga untuk sementara waktu , dan cenderung membuat seorang pengguna lebih senang dan gembira untuk sementara waktu.

-Depresan
Efek dari narkoba yang bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh, sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak sadarkan diri.

Dampak Penyalahgunaan Narkoba

Bila narkoba dipakai secara terus menerus akan menimbulkan ketergantungan / kecanduan bagi si pengguna. Kecanduan ini akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Dampak ini disebabkan karna kerusakan pada sistem saraf pusat ( otak dan susum tulang belakang ) dan organ tubuh lainnya yang berpern penting bagi kehidupan kita. Dampak yang terjadi tergantung jenis narkoba, lama pemakaian, kepribadian sipemakai, kondisi awal pemakai, dan seberapa sering si pengguna memakai narkoba. Namun secara umum dampak pemakaian narkoba terbagi menjadi tiga jenis yaitu dampak fisik, psikis, dan sosial. Semua dampak tersebut saling berkaitan satu sama lain. Dan perlu diketahui dampak penggunaan narkoba yang diluar dosis yang ditentukan tentu merupakan dampak negatif dan tidak ada dampak positifnya.

Dampak Fisik:
1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi.
2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti: infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah.
3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim.
4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru.
5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur.
6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual.
7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan amenorhoe (tidak haid).
8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian

Dampak Psikis:
1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga
3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri

Dampak Sosial:
1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga
3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram

Penyebab, Alasan, Dan Faktor Remaja Menggunakan Narkoba

Penyebab remaja memakai Narkoba ada 3 hal yaitu:

1. Narkoba itu sendiri
2. Individu
3. Lingkungan

Alasan memakai Narkoba

1. Mencari pengalaman yang menyenangkan
Di masa remaja, orang - orang cenderung memiliki rasa ingin tahu yang besar karena dimasa itu hormon sangat berkembang dengan cepat. Selain itu rasa ingin bersenang - senang dengan hal yang baru pun menimbulkan seorang remaja memakai narkoba karena dia ingin mengetahui bagaimana rasanya memakai narkoba.

2. Mengatasi stress
Beberapa kalangan remaja yang terkana tekannan baik dari sekolah, rumah, pacar, teman atau hal - hal lainya melampiasakannya melalui narkoba untuk menghilangakn stress. Sesungguhnya hal yang mereka lakukan merupakan hal yang salah. Karena hal itu tidaklah menyelesaikan masalah namun hanya menimbulkan masalah baru. Maka keterbukaanla yang sangat berperan besar untuk menghindari hal ini terjadi.

3. Menanggapi pengaruh sosial
Terkadang seorang remaja memakai narkoba dengan alasan agar dihargai oleh teman - temannya agar tidak di sebut pengecut, penakut, pecundan, dan lain - lainnya.

Faktor-faktor yang dapat menyebabkan remaja memakai narkoba
o Rendah diri,hiperaktif dan lekas bosan.
o Memberontak.
o Kurang percaya diri.
o Orang tua yang otoriter atau orang tua yang permisif.
o Disiplin sekolah kurang.
o Kurikulum sekolah yang kurang menarik.
o Banyak iklan minuman beralkohol dan rokok.
o Mudahnya memdapat Narkoba.
o Banyak pengangguran.
o Tingginya tingkat kemiskinan.

Ciri - Ciri Dan Tanda - Tanda Remaja Yang Menggunakan Narkoba

Sejauh pengamatan yang dilakukan dan pencocokan tanda - tanda penyalahgunaan narkoba. Maka terkumpulan beberapa ciri - ciri remaja yang menggunakan narkoba. Antara lain : 

Ditemukan Narkoba dan perangkat pemakainya seperti botol aqua berlubang di dinding, gulungan uang kertas, kertas timah bekas rokok.
-Ditemukan gejala penyalahgunaan narkoba. Seperti gejala intoksikasi (keracunan), overdosis, sakaw, dan dampak jangka panjang.
-Perubahan Prilaku
Perubahan Prilaku disekolah
1. Nilai rapor buruk atau turun secara drastis dan cepat.
2. Sering meminjam uang teman.
3. Sering bolos.
4. Teman lama ditinggalkan.
5. Sering dipanggil guru.
6. Tidak memperhatikan pelajaran dan mengantuk.
7. Malas ke sekolah.

Perubahan prilaku di rumah
1. Tidak peduli pada kebutuhan dan aturan keluarga.
2. Jarang ikut acara keluarga seperti liburan atau kenduri.
3. Sering memakai kacamata hitam untuk menutupi mata yang sayu dan merah.
4. Selalu menggunakan baju berlengan panjang untuk menutupi bekas suntikan.
5. Suka mencuri dan berbohong.
6. Kamar berantakan dan suka pemakai pewangi ruangan.
7. Barang di rumah banyak yang hilang.
8. Sering ke WC dan lama berada di WC atau gudang.
9. Menutup diri dan bersikap acuh tak acuh.
10. Malas mengurus diri.
11. Meninggalkan hobby yang dulu disukai.
12. Sering didatangi oleh orang yang merupakan bukan teman sehari - hari, di lingkungan rumah, atau sekolah.

Tanda-Tanda Kemungkinan Penyalahgunaan Narkoba

JIka anda melihat teman , anak, saudara, kerabat, famili anda melakukan hal - hal yang tertera dibawah ini, harap membawa orang tersebut ke dokter untuk mengecek apakah ia menggunakan narkoba atau tidak. Tanda - tandanya terlihat dari tiga sisi, yaitu fisik, emosi, dan prilaku.

a. Fisik
-  berat badan turun drastis
-  mata terlihat cekung dan merah, muka pucat, dan bibir kehitam-hitaman
-  tangan penuh dengan bintik-bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan
   ada tanda bekas luka sayatan. Goresan dan perubahan warna kulit di tempat
   bekas suntikan
-  buang air besar dan kecil kurang lancar
-  sembelit atau sakit perut tanpa alasan yang jelas

b. Emosi
-  Sangat sensitif dan cepat bosan
-  Bila ditegur atau dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang.
-  Emosinya naik turun dan tidak ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar
   terhadap anggota keluarga atau orang di sekitarnya
-  nafsu makan tidak menentu
- Emosi tidak stabil.

c. Perilaku
-  Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas-tugas rutinnya
-  Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga
-  Sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam
-  Suka mencuri uang di rumah, sekolah ataupun tempat pekerjaan dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya, banyak yang hilang
-  Selalu kehabisan uang.
-  Waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya.
-  Takut akan air. Jika terkena akan terasa sakit – karena itu mereka jadi malas mandi
-  Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala “sakaw”.
-  sikapnya cenderung jadi manipulatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya, seperti saat membutuhkan uang untuk beli obat.
-  sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan
-  mengalami jantung berdebar-debar
-  sering menguap
-  mengeluarkan air mata berlebihan
-  mengeluarkan keringat berlebihan
-  sering mengalami mimpi buruk
-  mengalami nyeri kepala
-  mengalami nyeri/ngilu sendi-sendi